17/06/2016

Netizen: Terapkan Perda Kota Serang di Seluruh Indonesia!


Pascarazia warung makan Ibu Saeni oleh satpol pp, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman beserta jajarannya dipanggil Kemendagri untuk berdiskusi perihal perevisian peraturan daerah yang dinilai intoleran dan diskriminatif.

Adapun Perda yang dimaksud ialah Perda Nomor 2 Tahun 2010 yang mengatur larangan bagi setiap pengusaha restoran, rumah makan atau warung dan pedagang untuk menyediakan tempat dan melayani makanan dan minuman pada siang hari selama bulan Ramadhan. Jika melanggar, akan dikenakan sanksi kurungan paling lama tiga bulan atau denda Rp50 juta.

Terkait hal itu, Islampos meminta tanggapan Netizen Islampos, khususnya warga asli Kota Serang, umumnya masyarakat Indonesia.

Mayoritas tanggapan Netizen Islampos mendukung Perda No 2 Tahun 2010 tersebut untuk dipertahankan, bahkan diterapkan juga di daerah lainnya di seluruh Tanah Air Indonesia.

Berikut tanggapan Netizen selengkapnya:

Tasminah Lai Bagaimana kalo bukan hanya di daerah Serang tapi di berlakukan di seluruh Indonesia?Indonesia adalah negara dgn penduduk Muslim terbesar sedunia.
Yuk ah sesekali bertindak yg asik gitu…menyenangkan Allah juga kan?

Andi Iyam Bukan kah tradisi, kearifan lokal, kultur dan budaya selalu terdepan dalam perspektif islam warteg, tutup dalam bulan romadhon bukan kah itu salah satu bentuk nilai kearifan lokal, kenapa kearifan lokal musti dikecam..hellow !!, hal sepele untuk membuat kebijakan, urus saja kebijakan tentang kemiskinan di negri ini, urus saja tentang banyak nya pengangguran di negri ini, hellow !!, jangan asal bicara tentang bingkai kebebasan, bicaralah tentang toleransi di negri ini, toleransi antar ummat,,bukan kah menghargai warga beribadah adalah salah satu toleransi.

Bambang Harry Radianto Sangat setuju perda ttp dipertahankan krn sesuai dg kearifan lokal penduduk setempat yg terkenal dgn religius islami…..bahkan ibarat serambi mekkah dua…..

Zyumi Andriani Saya org banten .sangat tdk setuju jk perda yg udah di tata da di atur bertahun2 di cabut gara2 si penjual warteg yg ngelanggar aturannya dan dia bukan asli org serang.. harusy dia tau aturan klo mau nyari nafkah di daerah org

Benk Benk Hermanto Sya stuju klo bukan serang ja yg pny perda ini,klo bsa seluruh Indonesia bkin perda kya gni.

M Irvan Liaunasrif Rizal Harusnya diberlakukan di semua daerah, agar yg mnjlankan ibadah merasakan knyamanan. Bukankah itu keharusan dari tugas Negara

Tatu Afiyah Klu ga salah katanya perda itu sdh didaftarkan dimendagri dan sdh disetujui dan sdh dilaksanakan sejak lama..dan madyarakat serang sdh terbiasa dgn larangan berjualan di bln ramadhan itu..tiba2 dtg ibu saeni org luar serang yg jualan disianghari bahkan 3 wartegnya yg lainpun ikut buka..berarti ibu saeni memang sdh lama dipasang utk menacak2 persa serang dan yg lebih teagis krn kejadian bu saeni ini perda2 yg berkaitan dgn islam dihapus..bpk tubagus jgn gentar dgn kejadian ini lanjutkan perda kabupaten serang ini..

Tami Yudy Utomo KTP sy tangsel, dan domisili saat ini di Serang. Sejauh ini sy liat perda tsb diterima masy. Dan justru warga Serang banyak yang kurang simpatik dg Ibu tsb. Jd rasanya ngga perlu ya..


Source: islampos.com